Surakarta, 12 Agustus 2026 — Di tengah hangatnya kebersamaan dan semangat kekeluargaan akademik, Universitas Sebelas Maret (UNS) menorehkan babak baru dalam perjalanan panjangnya sebagai jembatan peradaban. Pada hari ini, UNS resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan East China Normal University (ECNU), disaksikan langsung oleh para pakar dan cendekiawan dari Global Chinese Language Teacher Education Association.

Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni administratif di atas kertas. Ia adalah simbol dari sebuah keyakinan yang jauh lebih dalam: bahwa kerja sama sejati antar universitas tumbuh dari kepercayaan, visi yang sama, dan kerendahan hati untuk saling belajar satu sama lain.

Ketika Dua Hati Institusi Bertemu

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sebelas Maret menyampaikan rasa syukur dan kehormatan yang mendalam atas kehadiran Prof. Ding Anqi beserta seluruh anggota Global Chinese Language Teacher Education Association di Bali. Rektor menegaskan bahwa nota kesepahaman ini merefleksikan cita-cita bersama untuk membuka lebih banyak ruang pertukaran akademik, kolaborasi riset, pengembangan mahasiswa dan dosen, serta pemahaman lintas budaya yang lebih erat.

“Kerja sama ini bukan hanya tentang dokumen, melainkan tentang harapan bersama untuk membuka jalan baru bagi mahasiswa dan akademisi kita agar dapat terhubung dengan komunitas akademik internasional,” demikian semangat yang digaungkan dalam sambutan tersebut. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat kontribusi kedua institusi terhadap pengembangan pendidikan bahasa Mandarin serta kerja sama antarbudaya yang lebih luas.

Rektor UNS turut menyampaikan apresiasi setulus hati kepada Prof. Ding Anqi, ECNU, serta seluruh mitra dan kolega yang telah memberikan kepercayaan dalam menjalin kemitraan ini — sebuah kemitraan yang diharapkan membawa manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi kedua institusi, tetapi terutama bagi para mahasiswa dan generasi penerus yang akan diayomi bersama.

Diskusi Meja Bundar: Merangkai Gagasan dari Berbagai Penjuru Dunia

Semangat kolaborasi ini berlanjut dalam kegiatan Diskusi Meja Bundar yang digelar di Ruang Singaraja-Mangupura, Lantai 4, dengan dipandu oleh Prof. Zhang Xinsheng, dari Richmond American University London, Inggris. Ruangan ini menjadi tempat berkumpulnya suara-suara pendidik dan pemerhati bahasa Mandarin internasional dari berbagai negara — mulai dari Australia, Tiongkok, Inggris, Indonesia, Hungaria, Amerika Serikat, Vietnam, Korea Selatan, Kirgizstan, hingga Afrika Selatan dan Rusia.

Diskusi kelompok berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB, mengangkat lima tema besar yang mencerminkan denyut nadi perkembangan pendidikan bahasa Mandarin di dunia:

  1. Inovasi Model dan Eksplorasi Jalur Pendidikan Guru Bahasa Mandarin Internasional
  2. Pemberdayaan Digital dalam Pengajaran Bahasa Mandarin Internasional dan Pembangunan Kelas Cerdas
  3. Integrasi Lintas Disiplin “Bahasa Mandarin+”: Teori dan Praktik
  4. Praktik Pendidikan Bahasa Mandarin yang Terlokalisasi dan Berbasis Regional
  5. Inovasi Global dan Saling Belajar Antarperadaban dalam Pendidikan Bahasa Mandarin Internasional

Lebih dari Sekadar Kerja Sama, Sebuah Persaudaraan Akademik

Momen ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak mengenal batas geografis. Ketika para pendidik dari lima benua duduk bersama, bertukar gagasan, dan saling menguatkan, di situlah semangat kemanusiaan dalam dunia akademik benar-benar hidup. UNS berharap penandatanganan MoU dengan ECNU ini menjadi awal dari kolaborasi konkret dan berkelanjutan, yang tidak hanya memperkaya kedua institusi, tetapi juga menumbuhkan generasi pendidik yang mampu merajut jembatan pemahaman antarbudaya di masa depan.

“Semoga persahabatan dan kerja sama antara UNS dan ECNU senantiasa bertumbuh, berbunga dan berbuah.”